JAMBERITA.COM - Anggota DPR RI Dapil Jambi, Ihsan Yunus hadir dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) Provinsi Jambi baru-baru ini di Bappeda Provinsi Jambi.
Saat ditemui Ihsan menawarkan beberapa solusi agar RPJMD bisa berjalan maksimal yang sinergis dengan pemaparan Bappenas RI.
Menurutnya, kondisi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi cukup memprihatinkan, dimana pertumbuhannya masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.
“Masalah kemiskinan juga kita masih cukup tinggi, terus pertumbuhan industri olahan stagnan, lapangan kerja juga masih minim,” kata Anggota Komisi VI DPR RI itu.
“Potensi kita juga belum digarap secara maksimal, kemarin dari pemaparan Bappenas itu yang dinomorsatukan itu potensi perikanan, pertanian dan perkebunan, ini masih ada benang merahnya dengan industri olahan, karena kalau kita jual mentah kurang optimal juga penghasilannya,” katanya lagi.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan jika Anggota DPR RI Dapil Jambi sudah sepakat akan terus mengawal RJMD Jambi dan mensinergikan dengan program-program yang ada di setiap komisi, begitu juga dengan hak budjetingnya yang akan dititip ke teman-teman di Badan Anggaran (Banggar) DPRD RI, supaya bisa dibantu ke depannya.
“Tapi intinya ini kerja sama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Ihsan.
Dia mengatakan, meski bidang perikanan, perkebunan dan pertanian bukan bagian dari komisinya, tapi ia akan melakukan upaya lobi agar Jambi juga menjadi prioritas.
“Tentu kan ada di Komisi IV, walaupun kami tidak di Komisi IV tapi kami bisa melakukan lobi-lobi, Komisi IV itu kan banyak program-program dari pemerintah. Kita sebentar lagi juga menurunkan bantuan alat pertanian, kebetulan saya sudah berhasil lobi-lobi Pak Menterinya, Pak Amran. Tapi maunya kita ini programnya ini, kalau bahasa MK Pak Jimmy itu TSM lah (Terstruktur, Sistematik dan Masif). Jadi benar-benar perencanaannya matang,” katanya.
Tapi katanya, program ini harus sinergi antara penerintah daerah dengan pusat, jika tidak nanti kembali terkendala.
“Ada program cetak sawah tanggul bisa juga kita sinerikan, tetapi menunggu dari perencenaanya. Intinya perencanaanya harus matang dan bagus, sehingga hasilnya nanti bisa maksimal,” kata Ihsan.
Jadi, kata Ihsan, batu pijakan pertama dari pusat dulu programnya, baru ke provinsi dan turun ke kabupaten.
“Iini akan kita kawal terus. Insyaa Allah ke depan akan lebih baik dan lebih lancar anggarannya,” katanya.
Dia mengatakan jika dari pemaparan program nasional oleh Bappenas adalah pengentasan kemiskinan dan peningkatan sumber daya manusia, bukannya infratsruktur.
“Setelah pemaparan itu, dari situ kita ambil jika RPJMD Provinsi Jambi arahnya lebih banyak kepada peningkatan mutu SDM dan pengentasan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, berikan pelatihan-pelatihan. Cuma konkritnya tunggu, surprise, kita akan koordinasikan sama komisi-komisi,” kata Ihsan. (kj/sm)
Soal Gizi Buruk, Dari Tahun 2016 hingga Juni 2018 di Provinsi Jambi Ada yang Meninggal Dunia
Dinkes Provinsi Jambi Bantah Pernyataan Prabowo Soal Angka Kurang Gizi 30 Persen, Ini Datanya
Dansat Brimob Polda Jambi Hadiri Pembukaan Pelatihan dan Pembinaan Paskibraka Provinsi
Sekda : Mari Kita Pupuk Semangat Dan Nasionalisme Di Kalangan Pemuda
Ketua dan Pengurus KICI Jambi Resmi Dilantik, Begini Komitmennya Kepada Kaum Ibu-Ibu di Jambi
Tokoh Masyarakat 4 Lawang di Jambi Desak JM-YM Berantas Aksi Begal
Selain Lahan 13,4 Ha untuk Kodam, Al Haris Juga Hibahkan Dana Rp2,5 M Pembangunan Rumdis Kasrem

